Perlindungan Hukum Data Kesehatan Pasien di Era Digital

Legal Protection of Patient's Health Data in The Digital Era

Penulis

  • Yessy Andriani Fauziah School of Dental Medicine Universitas Ciputra
  • Dany Agus Susanto Fakultas Hukum Universitas 45 Surabaya
  • Yudhistira Prawira Utama Fakultas Hukum, Universitas 45, Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30649/jhek.v6i1.270

Kata Kunci:

Perlindungan hukum, Data kesehatan, Etika kedokteran, Era digital

Abstrak

Transformasi digital di bidang kesehatan mempercepat pertukaran data lintas platform, tetapi juga meningkatkan risiko pelanggaran privasi dan kebocoran informasi pasien. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mempertegas pentingnya tata kelola data medis yang aman dan akuntabel. Artikel ini bertujuan menganalisis kecukupan perlindungan hukum terhadap data kesehatan pasien di Indonesia, khususnya koherensi dan celah hukum (normative gap) dalam penerapan kedua undang-undang tersebut serta hubungannya dengan prinsip etika kedokteran. Metode penelitian menggunakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan. Hasil menunjukkan bahwa meskipun telah diatur secara eksplisit dalam regulasi, masih terdapat celah terkait standar keamanan, interoperabilitas, dan kualitas persetujuan digital. Kajian ini merekomendasikan penerapan Data Protection Impact Assessment (DPIA), audit independen, dan integrasi etika digital dalam pendidikan tenaga kesehatan guna memperkuat akuntabilitas dan menjaga kepercayaan publik seperti halnya yang telah dilakukan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat melalui regulasi-regulasi yang telah kedua negara tersebut berlakukan.

Referensi

Peraturan Perundang-undangan :

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Undang – Undang Perlindungan Data Pribadi No. 27 Tahun 2022

Jurnal :

Ali, O., & Osmanaj, V. (2020). The role of government regulations in the adoption of cloud computing: A case study of local government. Computer Law and Security Review, 36. https://doi.org/10.1016/j.clsr.2020.105396

Darmadi, E. Y., Andriani Fauziah, Y., Deriano Alvin, J., Alexandra Mayfrila, A., & Cyntia, W. (2025). Ethical And Legal Aspects Of Artificial Intelligence In Oral Health (Vol. 13, Issue 4). https://ejournal.uika- bogor.ac.id/index.php/Hearty/issue/archive

Fauziah, Y. A., Agustin Wahjuningrum, D., Edwin Sutikno, A., Agus Susanto, D., Wahjudianto, N., & Goenharto, A. (2024). Ethical and Legal Aspect of Digital Dentistry in Conservative Dental Practice. In Journal of International Dental and Medical Research (Vol. 17, Issue 4). http://www.jidmr.com

Fauziah, Y. A., Alhadad, H., & Susanto, D. A. (2025). Dental Malpractice and Criminal Liability : A Review of Law No. 17 of 2023 on Health. Jurnal Hukum Dan Etika Kesehatan, 5(1).

Fauziah, Y. A., Alhadad, H., & Utama, Y. P. (2024). Etika dan Tantangan Penggunaan Kecerdasan Buatan Dalam Kedokteran Gigi. Jurnal Hukum Dan Etika Kesehatan, 4(2).

Fauziah, Y. A., Darmadi, E. Y., Khoironi, E., & Yudianto, A. (2025). The Role of Cone Beam Computed Tomographic (CBCT) in Odontology Forensic for Forensic Identification. Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS), 14(2), 87–94. https://doi.org/10.24843/IJLFS.2024.v14.i02.p02

Fauziah, Y. A., Wahjuningrum, D. A., Darmadi, E. Y., & Adityatama, A. P. (2024). Innovation in Dental Conservation and Their Impact on Forensic Odontology. Conservative Dentistry Journal, 14(2), 42–46. https://doi.org/10.20473/cdj.v14i2.2024.42-46

Ftouni, R., AlJardali, B., Hamdanieh, M., Ftouni, L., & Salem, N. (2022). Challenges of Telemedicine during the COVID-19 pandemic: a systematic review. BMC Medical Informatics and Decision Making, 22(1). https://doi.org/10.1186/s12911-022-01952-0

Goldschmitt, M., Gleim, P., Mandelartz, S., Kellmeyer, P., & Rigotti, T. (2025). Digitalizing informed consent in healthcare: a scoping review. BMC Health Services Research, 25(1). https://doi.org/10.1186/s12913-025-12964-7

Gunawan, T. S., & Christianto, G. M. (2020). Rekam Medis/Kesehatan Elektronik (RMKE): Integrasi Sistem Kesehatan. Jurnal Etika Kedokteran Indonesia, 4(1). https://doi.org/10.26880/jeki.v4i1.43

Ho, C. H. (2024). Secondary Use of Health Data for Medical AI: A Cross-Regional Examination of Taiwan and the EU. Asian Bioethics Review, 16(3), 407–422. https://doi.org/10.1007/s41649-024-00279-4

Jungkunz, M., Köngeter, A., Mehlis, K., Winkler, E. C., & Schickhardt, C. (2021). Secondary use of clinical data in data-gathering, non-interventional research or learning activities: Definition, types, and a framework for risk assessment. Journal of Medical Internet Research, 23(6). https://doi.org/10.2196/26631

Keesara, S., Jonas, A., & Schulman, K. (2020). Covid-19 and Health Care’s Digital Revolution. New England Journal of Medicine, 382(23). https://doi.org/10.1056/nejmp2005835

Li, E., Clarke, J., Ashrafian, H., Darzi, A., & Neves, A. L. (2022). The Impact of Electronic Health Record Interoperability on Safety and Quality of Care in High-Income Countries: Systematic Review. In Journal of Medical Internet Research (Vol. 24, Issue 9). https://doi.org/10.2196/38144

Li, Z., Merrell, M. A., Eberth, J. M., Wu, D., & Hung, P. (2023). Successes and Barriers of Health Information Exchange Participation Across Hospitals in South Carolina From 2014 to 2020: Longitudinal Observational Study. JMIR Medical Informatics, 11. https://doi.org/10.2196/40959

Nusantara, A. H. S., Umam, I. K., & Lubis, M. (2024). Jaminan Informasi dan Keamanan yang Lenih Baik: Studi Kasus BPJS Kesehatan. Nuansa Informatika, 18(2), 120–127.

Parsaoran, A., & Sitompul, H. (2023). Penggunaan Rekam Medis Elektronik Untuk Pasien Rawat Jalan Di Fasilitas Kesehatan Indonesia : Literature Review. Jurnal Ilmiah Multidisipline, 37(2).

Solimini, R., Busardò, F. P., Gibelli, F., Sirignano, A., & Ricci, G. (2021). Ethical and legal challenges of telemedicine in the era of the covid-19 pandemic. In Medicina (Lithuania) (Vol. 57, Issue 12). MDPI. https://doi.org/10.3390/medicina57121314

Tapuria, A., Porat, T., Kalra, D., Dsouza, G., Xiaohui, S., & Curcin, V. (2021). Impact of patient access to their electronic health record: systematic review. Informatics for Health and Social Care, 46(2). https://doi.org/10.1080/17538157.2021.1879810

Theodos, K., & Sittig, S. (2020). Health Information Privacy Laws in The Digital Age: HIPAA Doesn’t Apply.

Varkey, B. (2021). Principles of Clinical Ethics and Their Application to Practice. In Medical Principles and Practice (Vol. 30, Issue 1). https://doi.org/10.1159/000509119

Website :

Kompas.com. (2021, May 21). Kemenkominfo duga 279 juta data penduduk yang bocor identik dengan data BPJS Kesehatan. https://nasional.kompas.com/read/2021/05/21/15192491/kemenkominfo- duga-279-juta-data-penduduk-yang-bocor-identik-dengan-data-bpjs

Kompas.com. (2021, June 4). Polri: Diduga keras data kependudukan BPJS Kesehatan bocor. https://nasional.kompas.com/read/2021/06/04/06300041/polri--diduga- keras-data-kependudukan-bpjs-kesehatan-bocor

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-03

Cara Mengutip

Fauziah, Y. A., Susanto, D. A. ., & Utama, Y. P. (2026). Perlindungan Hukum Data Kesehatan Pasien di Era Digital: Legal Protection of Patient’s Health Data in The Digital Era. Jurnal Hukum Dan Etika Kesehatan, 6(1), 1–19. https://doi.org/10.30649/jhek.v6i1.270

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama